jemparingan yogyakarta pakualaman 2

Pakualam VIII

Setelah kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwana IX menjabat sebagai kepala Daerah ISTIMEWA Yogyakarta, didampingi oleh wakil kepala daerah : Sri Pakualam VIII.


Sri Paku Alam VIII lahir di lingkungan puro Pakualaman, dan naik-tahta menggantikan ayahnya Paku Alam VII. 

Sebagai kepala kadipaten Pakualaman, Sri Paku Alam VIII tertarik dengan OLAHRAGA, khususnya panahan.

Ketertarikan Sri Paku Alam VIII pada panahan bermula dari hobinya bermain panahan tradisional Jemparingan gaya Mataraman bersama kerabat dan abdi dalem. 

Dorongan untuk berolahraga juga datang dari ibunya: Retno Puwoso, dan kakeknya: Paku Buwono X.

Pada 12 Juli 1953 Sri Paku Alam VIII mendirikan PERPANI (Persatuan Panahan Seluruh Indonesia). 

Lima klub jemparingan yang bergabung di awal adalah: 

MARDISORO (klub olahraga Pura Pakualaman)
- JUDHOBARGO (Yudhonegaran),
- PALGUNO (Kotagede),
- NAWUNGHARGO (Prawirotaman), dan
- SOROTOMO (Wates).

Beliau aktif mengembangkan PERPANI dari tahun 1953-1977
Upaya Paku Alam VIII untuk mengembangkan PERPANI, yaitu :
- memperjuangkan olahraga-panahan sebagai pertandingan resmi yang diperlombakan dalam PON
- mengembangkan olahraga panahan di kalangan masyarakat; dan
- mendaftarkan PERPANI sebagai anggota Persatuan Panahan Internasional FITA.

KARENA pada masa itu PANAHAN di Jawa yang dikenal adalah PANAHAN TRADISIONAL Jemparingan gaya (gagrak) mataraman, Sri Pakualam VIII sebagai salah-seorang penjemparing-handal dari Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta, meMODIFIKASI jemparingan-mataraman karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini supaya bisa diperlombakan di tingkat nasional, bahkan internasional 

Jemparingan gagrak (gaya) mataraman, yang sebelumnya dilakukan dalam posisi duduk-bersila, dengan tujuan untuk membentuk Karakter Ksatria Mataram, sekarang dilakukan dalam posisi BERDIRI seperti panahan western /barat.

Posisi memegang Gandewa yg awalnya horisontal dan (melatih) memanah dg rasa / mata-hati, kemudian dimodifikasi dengan cara memegang busur secara vertikal dan membidik sasaran dg dilihat dg mata.






Bunda MURNI, guru-panahan anak-anak kami di PERPANI KOTA Yogyakarta

Beliau adalah atlit-panahan Indonesia, murid-langsung Sri Paduka Paku Alam VIII, yg sudah mengharumkan nama Indonesia di ajang Internasional

Tahun 1975 belajar panahan -Tahun 1979 Tim Sea Games Indonesia Juara Umum.

"Saya latihan Panahan diasuh oleh KGPAA Paku Alam VIII pada tahun 1975 - Ikut Sea Games th.1979 dan Indonesia borong semua medali emas 12 keping bersama bang Pandiangan yang sudah mendahului menghadap Allah"


Kenal lebih dekat dg LEGENDA Panahan asal Yogyakarta ini, KLIK DISINI




Komentar

Postingan populer dari blog ini

kakinoezer 5

Istilah pada Jemparingan yang diawali dg huruf "B"