jemparingan yogyakarta pakualaman 1

Panahan Tradisional Pakualaman


Pertamakali saya dikenalkan dg panahan tradisional JEMPARINGAN oleh pak Joko Lelana dari PERPANI KOTA Yogyakarta, saat gladhen Setu Kliwonan di Kestalan, Kadipaten Pakualaman.

Waktu itu saya belum-pernah memanah, dan khusus datang ke Kestalan untuk men-support Beliau, yang sudah mengenalkan panahan standarbow kepada anak-anak kami.


Saya masih ingat, pertamakali datang ke Kestalan nonton panahan (lebih tepatnya nonton pak Joko Lelono, sich :P - di event itu ternyata ketemu juga dg mBak Inta - Jaluwasi Atmajaya, teman-kuliah seangkatan kami waktu di FSRD ISI Yogyakarta.

Dan ternyata mereka jago-jago memanah.
Wahh...

-
-
Ke-3 putra kami : Mas NOEL (celana hijau kaos merah), mas KIYO (bertopi merah), & dek Eben (gundul di tengah) juara di Bupati Cup, Kulon Progo 2016.
Tak lupa berkat support pak Joko Lelono (ke-2 dari kanan), coach babe Budi, dan ibu MURNI (teratai - murid langsung dari Sri Pakualam ke-VIII : Bapak panahan Indonesia & pendiri PERPANI)

-
-
Seiring berjalannya waktu, sambil mendampingi anak-anak belajar panahan, kami sekeluarga pun dituntut jadi "official-dadakan" bersama ortu-ortu atlit-cilik lainnya :
- menyiapkan / angkut-angkut jagrak bantalan panah
- ikut mencari anak-panah yg hilang di lapangan
- belajar jadi "dokter panah" untuk mereparasi-ringan peralatan panahan anak-anak
- sampai belajar seluk-beluk panahan (teknik memanah, jadi scorer, pendamping, penyemangat, donatur, sopir klo lomba-lomba, panitia klo ada event, dll)
-
-
Akhirnya, kami para ortu-atlit "dibujuk-i" terjun juga ke lapangan menjadi pemanah-pemanah ronde panahan tradisional. Dan salah-satu sasana yang dipakai PERPANI KOTA Yogyakarta adalah Kestalan, Pura Pakualaman.

-
Latihan di lapangan MINGGIRAN, Yogyakarta
-
-

-

# PERBEDAAN PANAHAN TRADISIONAL dg JEMPARINGAN

Sampai sekarang orang UMUM masih banyak yg rancu (tidak-semua lho, nggehmembedakan Panahan-Tradisional PERPANI dengan Jemparingan. Baik di media-massa, penulisan ilmiah / skripsi, maupun di dunia maya / internet

-
Kalau kita melihat-kembali dari SEJARAH, bukan kebetulan Sri Pakualam ke VIII - wakil kepala daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun 1953 memprakarsai berdirinya organisasi PERPANI (Persatuan Panahan seluruh Indonesia) DAN Mardisoro 

MARDISORO adalah klub olahraga Kadipaten Pakualaman, khususnya JEMPARINGAN MATARAMAN (di luar Kraton Yogyakarta, ada yg menyebutnya : Jenggolan, jenthotan, dll).

Pada masa itu, di kampung-kampung di Yogyakarta banyak klub-klub panahan, misalnya :

  • - Mardisoro (Pura Pakualaman)
  • - Judhobargo (Yudhonegaran)
  • - Palguno ( Kotagede)
  • - Nawungbargo (Prawirotaman / Mantrijeron)
  • - Surotomo (Wates)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kakinoezer 5

Istilah pada Jemparingan yang diawali dg huruf "B"