busur panah 4




Toko kami membuat & menjual busur panah tradisional jemparingan / bandulan.

Ada 2 jenis busur jemparingan :
A. Busur jemparingan untuk memanah dalam posisi berdiri , busur vertikal
B. Busur jemparingan-tradisional. memanah dg posisi duduk bersila




Jemparingan adalah panahan tradisional yang berasal dari kerajaan Mataram Islam.

Panahan (Bs Jawa Ngoko). Bahasa yg sopan / krama-inggil untuk menyebutkan kata "panahan" kepada orang yg lebih tua / dihormati, adalah : Jemparingan

Kata Panahan & Jemparingan lazim dipakai di Kasunanan Surakerta, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Pakualaman, maupun Kadipaten Mangkunegaran

AWALnya, jemparingan dilakukan dalam posisi busur horisontal.
Sampai tahun 1960an, masyarakat Yogyakarta kebanyakan masih memanah dalam posisi busur horisontal.

# Baca juga : Asal-Mula Jemparingan Mataraman, Museum Sonobudoyo - Yogyakarta


Pada tahun 1952, Gusti Pakualam VIII memodifikasi cara memanah jemparingan mataraman, dari posisi busur horisontal, duduk, menjadi posisi berdiri & memegang busur secara vertikal (gagrak / gaya PERPANI), supaya bisa dipertandingkan di ajang PON, maupun event Internasional. Sasarannya pun face-target seperti dalam cabor menembak.

Jemparingan Mataraman yang lama (memanah dlm posisi busur horisontal) berangsur ditinggalkan. Apalagi kondisi politik di Indonesia kala itu, menurut kung Popop : di Solo, para pemain kesenian tradisional jemparingan sering dikaitkan / dicap : LEKRA (komunis). Akhirnya para pemanah banyak yg berlatih panahan gagrak PERPANI saja.

Di Klaten / Jatinom, 'gudang'nya pemanah-pemanah handal, kasusnya juga sama.
Menurut mBah Gendro, pemanah pelatih sekaligus pengrajin busur-panah jemparingan senior, kala itu banyak pemanah yg pindah ke Jawa Barat.

BANDULAN / JEMPARINGAN:

Rupanya jemparingan yg dilakukan dalam posisi duduk, dengan sasaran bandul / wong-wongan, tetap memiliki sensasinya sendiri bagi masyarakat Mataram (Surakerta & Yogyakarta).

Berkembanglah gaya jemparingan / panahan yg BARU : memanah dalam posisi duduk bersila, tapi busurnya dipegang secara vertikal atau diagonal, dan sasarannya bandul / wong-wongan.

BERBEDA dengan panahan gagrak PERPANI yg berorientasi pada PRESTASI, bandulan FOKUSnya lebih ke pelestarian (nguri-uri) tradisi.

Seiring waktu, kesadaran untuk nguri-uri budaya membuat para Penjemparing (istilahnya : bambang)  mulai mengenakan busana tradisional jawa / solo : destar / blangkon, berbaju surjan, dan memakai jarit.

BUSUR & JEMPARING untuk Jemparingan / Bandulan :


Karena dipakai dg posisi busur vertikal / diagonal, bentuk cengkolak (ing : riser / handle) juga mengalami sedikit perubahan, terutama di bagian kalenan (Ing : window) tempat menaruh anak-panah.

Supaya jemparing / anak-panah tidak jatuh, dibuatlah kalenan yg cukup lebar, umumnya 3cm pada gendewa jemparingan/ bandulan.

PEMESANAN :

Bagi yg ingin pesan busur jemparingan, bisa menghubungi :

Bpk. Kris Panahan
d/a. Omah YARDEN, JL. Suryowijayan 69A, Mantrijeron, Yogyakarta 55142


Panjang busur jemparingan bandulan dibuat setinggi pemanah. lama pengerjaan +- 10 hari (tergantung antrian & cuaca)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

kakinoezer 5

Istilah pada Jemparingan yang diawali dg huruf "B"